Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

Nilai Tambah Iman PDF Print E-mail
Written by hana lia joseph-tambuwun   
May 20, 2009 at 08:46 AM

ImageRingkasan Khotbah, Minggu, 10 Mei 2009
Oleh : Pdt. Ferry Ticoalu
Ayat Pokok : 2 Sam 3:1; Ef 6:10

Melalui pembacaan di atas, disebutkan bahwa 2 keluarga Saul dan Daud ada dalam satu pertarungan. Selama hidupnya, Daud menghadapi 2 macam pertarungan, yaitu pertarungan ke luar dan ke dalam. Pertarungan ke luar adalah saat ia harus menghadapi Goliat dalam suatu pertarungan yang tidak seimbang.

Sebelum berperang, Daud sudah yakin ia pasti akan menang karena ia sudah biasa menghadapi binatang buas dalam penggembalaannya ketika ia masih menjadi gembala domba kepunyaan Isai, ayahnya. Sejak dari masa pengembalaannya ia sudah memiliki nilai tambah, dimana Tuhan memberinya hikmat dan kekuatan dalam menghadapi segala kondisi. Hal inilah yang membuatnya mudah mengalahkan Goliat. Tetapi untuk memiliki nilai tambah, kemenangan itu harus dinyatakan baik dalam pertarungan ke luar maupun ke dalam.

Pertarungan antara keluarga Daud dan keluarga Saul adalah pertarungan ke dalam. Tetapi firman Tuhan mengatakan bahwa makin lama Daud makin kuat. Daud memiliki nilai tambah. Saul menghadapi penyertaan Allah secara temporer tetapi Daud mutlak karena Daud kuat di dalam Tuhan. Pertarungan ini bukan cuma antara keluarga melawan keluarga, jemaat melawan jemaat, tetapi Paulus berkata bahwa kita sebagai Gereja Tuhan melawan pertarungan di udara yaitu iblis yang menyamar di dalam anak-anak Tuhan. Untuk itu, kita harus punya kuasa (Kis 1:8), yaitu, Roh Kudus untuk dapat kuat menghadapi pertarungan itu. Dalam kitab Zakaria dikatakan bahwa bukan dengan kuat dan gagah kita, melainkan Roh Allah yang ada di dalam kita. Siapa yang bisa menandingi kekuatan Allah.

Ketika peperangan ke luar, Daud harus menghadapi Goliat yang tingginya 6 hasta ditambah sejengkal. Angka 6 adalah angka manusia. Angka 6 tidak mencapai angka ilahi, yaitu angka 7 yang adalah kesempurnaan. Iman dalam Efesus 4:13, bukan cuma sekedar kita percaya dan kuat, tetapi nilai tambah iman harus melebihi step by step, tangga demi tangga. Kalau kita kuat di dalam Tuhan, Dia akan memberikan jawaban dalam segala aspek kehidupan. Iman harus bertambah supaya tidak tergoncang dalam segala sesuatu. Roh Kudus adalah Penolong yang luar biasa. Dan kekuatan yang kita harus dapat, diukur oleh diri sendiri dan juga diukur oleh Allah.

Pekalah terhadap Roh Kudus! Ingat! Saul punya urapan. Roh Kudus memenuhi Saul tetapi ia tidak memiliki urapan yang berganda karena Saul hanya memikirkan hal-hal yang sifatnya daging sehingga tidak menguntungkannya. Dalam 1 Sam 13:13-14; Saul bertindak menurut maunya sendiri. Tidak mau turur apa kata Tuhan. Tuhan sendiri yang menolak dia. Tuhan siapkan pengganti. Inilah pertempuran yang berlarut-larut itu. Menghadapi beruang dan Goliat adalah perkara mudah bagi Daud. Tetapi pertempuran ke dalam dijalani dengan berlarut-larut. Mengapa? Karena Daud menghargai pelayan yang dihargai atau diurapi oleh Tuhan.

Kehidupan Gereja menjelang kedatangan Tuhan menghadapi dunia itu gampang karena Roh yang di dalam kita lebih besar dari roh yang ada di dunia ini. Tetapi ketika menghadapi pertempuran ke dalam, ketika suami harus hadapi istri atau sebaliknya, orang tua harus hadapi anak-anak rasanya sangat berat dan bisa berlarut-larut. 

Daging mematikan, tetapi Roh menghidupkan. Kalau kita mengijinkan Roh bekerja di tengah jemaat, maka jemaat akan hidup di dalam Roh. Kalau kita memiliki Roh Kudus, maka Roh Kudus yang akan memimpin kehidupan kita untuk tetap berada di jalan yang murni dan memberi hikmat bagi kita saat kita harus ambil keputusan-keputusan. 

Rahasia kemenangan Daud dalam pertempuran ke luar dan ke dalam adalah: 

1. Daud bertarung menurut kemampuannya 
Dia tidak memakai baju besi. Dia hanya memakai batu kali kecil yang licin. Demikian juga Gereja Tuhan dapat menghadapi masalah apapun sesuai dengan kemampuannya karena hakekatnya pertempuran itu Tuhan yang punya.

2. Daud merendahkan diri di hadapan Tuhan
Daud saat akan menghadapi Goliat yang besar, ia pergi ke sungai untuk mencari batu-batu kecil. Daud harus menundukan dan mencari batu yang sesuai dengan apa yang dicarinya. Hal ini berbicara tentang merendahkan diri. Seringkali kita menghadapi pertarungan yang tidak seimbang, tetapi bila kiga pergi ke sungai Allah dengan merendahkan diri, Allah akan melengkapi kelemahan kita. Allah memang terkadang tidak memberi kemenangan yang spontan. Tetapi seperti batu kecil yang dapat dengan tepat mengenai dahi Goliat, itu hanyalah karena pertolongan Tuhan. Segala persoalan kita, Tuhan pasti sanggup tolong dan tuntaskan. 

3. Selalu ada pujian dan sembah dalam kehidupan Daud 
Daud dikenal karena mazmur-mazmur ciptaannya sejak ia masih menjadi gembala domba. Daud selalu berkata selidiklah akan aku ya Tuhan, apakah aku mampu. Tuhan menyatakan kuasa-Nya dalam hidup Daud. Dikatakan Daud makin lama makin kuat. Daud berhasil memiliki nilai tambah iman dalam hidupnya. 

Marilah kita sebagai gereja Tuhan penuh dengan kuasa Roh Kudus yang memampukan kita untuk terus dapat bertempur melawan tipu muslihat iblis dalam kerendahan hati di hadapan Tuhan dan menjalani pertempuran itu dengan pujian dan penyembahan kepada Tuhan. Inilah nilai tambah iman yang Tuhan inginkan bagi umat-Nya. Gandakan urapan itu dan alami kekuatan dan kemenangan yang Tuhan sediakan bagi kita. Tuhan memberkati. 

 

Last Updated ( May 20, 2009 at 08:53 AM )







Monday, September 06 2010


Statistics

Visitors: 311192

Visitors detail:
Today92
Yesterday169
This Week92
This Month846


Top 5 Country Domain :
 com101370
 id15203
 ru8114
 de3808
 org2952


Top 5 Operating System :
Windows XP35544
Linux4404
Windows Longhorn3047
Windows 20032339
Mac OS X2129