Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

Sukacita Penuh PDF Print E-mail
Written by ~ Susan ~   
Dec 12, 2008 at 03:38 PM

Natal adalah salah satu hari di sepanjang tahun yang paling dipenuhi dengan sukacita. Namun Natal juga merupakan suatu momen bagi banyak orang yang bergumul dengan perasaan sepi, terkucil dan tertolak. Natal yang luar biasa ini, seharusnya bisa memberikan perasaan saling memiliki dan berbagi dengan keluarga dan sahabat, tetapi kenyataannya di saat inilah banyak orang merasa mereka bukan bagian dari siapapun dan golongan manapun. Hal ini tentu saja bukanlah hal yang dikehendaki Allah ketika Dia mengirimkan pesan kasih-Nya ke dunia ini di dalam peristiwa Natal yang pertama.

Malam itu, beberapa gembala yang sedang menjagai domba-domba mereka menerima berita yang membuat mereka bersorak-sorai, suatu kabar sukacita yang memberikan pengharapan kekal. Pesan yang sama ini juga disampaikan Allah kepada kita pada hari ini. Kita mungkin mengira bahwa orang-orang yang pertama kali mendengar berita tentang kelahiran Anak Allah adalah para raja, penguasa, atau orang-orang kaya dan berkuasa. Tetapi Bapa di surga justru lebih memilih untuk menyampaikan berita ini kepada golongan yang seringkali dipandang sebagai “yang terbuang dari masyarakat” yaitu para gembala. Karena tuntutan pekerjaan, mereka harus selalu meninggalkan kota Yerusalem. Orang-orang yang terlupakan ini mungkin bertanya-tanya, apakah hidup mereka cukup berharga dibandingkan dengan semua orang lain di dunia ini. Dan jawabannya adalah ya! Allah telah datang kepada mereka sama seperti yang telah dilakukan-Nya kepada kita hari ini.

Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan." Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." (Lukas 2:9-14)

Natal adalah waktu untuk berkomunikasi, saatnya mengatakan kepada orang di sekitar Anda bahwa Anda mengasihi dan peduli kepada mereka. Natal juga adalah waktu ketika Allah secara pribadi ingin menyampaikan kasih-Nya kepada kita. Di bulan ini Sentuhan Hati mengajak Anda melihat lebih dalam anugerah luar biasa yang telah diberikan-Nya kepada kita melalui Natal pertama, dan bagaimana kita bisa belajar untuk menyembah Dia dengan seluruh hidup kita.

(sumber : www.sentuhanhati.com)








Monday, September 06 2010


Statistics

Visitors: 311210

Visitors detail:
Today107
Yesterday169
This Week107
This Month861


Top 5 Country Domain :
 com101375
 id15204
 ru8115
 de3808
 org2952


Top 5 Operating System :
Windows XP35548
Linux4404
Windows Longhorn3047
Windows 20032339
Mac OS X2129