Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

Tanpa Mujizat PDF Print E-mail
Written by ~ Susan ~   
Oct 30, 2008 at 01:33 PM

Yoh 10:41 - Dan banyak orang datang kepadaNya dan berkata: "Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tapi semua yang pernah di katakan Yohanes tentang orang ini adalah benar"

Yoh 10:41 - Dan banyak orang datang kepadaNya dan berkata: "Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tapi semua yang pernah di katakan Yohanes tentang orang ini adalah benar"

Ada beberapa pendeta yang diberi talenta luar biasa oleh Tuhan sehingga mereka mampu melakukan berbagai mujizat bagi ribuan orang. Kita kerap melihat betapa luar biasanya Tuhan bekerja lewat mereka, sehingga banyak orang sakit disembuhkan, pelepasan, bahkan ada beberapa kasus dimana orang yang sudah meninggal kembali bangkit. Menyaksikan semua ini bisa membuka mata kita akan kuasa Tuhan, betapa tidak ada yang mustahil bagi Dia. Sayangnya, ada banyak orang mendasarkan keimanannya hanya pada mujizat, keajaiban, hal-hal mustahil yang jadi nyata dan sebagainya. Bagi sebagian orang, Tuhan adalah sama dengan pesulap sekelas David Copperfield dan kawan-kawan. Jika tidak ada mujizat terjadi, berarti Tuhan tidak ada, minimal sedang dianggap sedang tidak berada ditempat, sedang cuek, sedang istirahat atau cuti. Ada banyak orang juga yang bersikap apatis, merasa bahwa mewartakan kabar gembira itu bukanlah tugas mereka. Mengapa demikian? Karena mereka tidak mampu membuat mujizat.

Jika kita baca perjalanan para tokoh dalam Alkitab, kita akan mendapatkan banyak mujizat dilakukan oleh mereka. Musa, Elia, Yesaya dan lain-lain semua pernah membuat mujizat. Yesus pun menyembuhkan banyak orang sakit dan membangkitkan orang mati. Para rasul dalam pelayanan mereka setelah kebangkitan Yesus pun melakukan hal yang sama. Pertanyaannya, apakah orang hanya bisa percaya dan menerima Tuhan hanya lewat mujizat semata? Fakta membuktikan tidak selamanya. Yesus masih dihujat dan diminta untuk disalibkan, meski mujizat-mujizat yang dilakukan Yesus terjadi berulang kali di hadapan mereka. Pertanyaan kedua, apakah cara memberitakan Injil hanya bisa dilakukan lewat kuasa kesembuhan dan talenta-talenta yang mendatangkan keajaiban? Tidak. Dalam hal ini, kita bisa belajar dari cerita tentang Yohanes.

Dalam masa hidupnya hingga meninggal, Yohanes tidak pernah melakukan tanda-tanda atau mujizat apapun. Tapi hal tersebut tidak membuat dia menjadi tokoh yang dilupakan, dan yang lebih penting lagi, tanpa kemampuan membuat mujizat, Yohanes tetap bisa memberitakan tentang Kristus dan akibatnya ia menyelamatkan banyak orang. Bagaimana cara yang dilakukan Yohanes? Bukan dengan menyembuhkan, melainkan dengan menjadi saksi Kristus, memberi kesaksian bahwa Yesus adalah Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia. (Yohanes 1:29). Yohanes mengabarkan kabar gembira dengan cara memperkatakan tentang Yesus. Ternyata hal tersebut cukup untuk membuat banyak orang percaya dan diselamatkan. Selain memperkatakan dan menjadi saksi Kristus, Yohanes juga memberitakan injil lewat memberi nasihat (Lukas 3:18).

Sebenarnya kita semua telah diberi kuasa untuk melakukan hal-hal yang sama, bahkan lebih jika kita percaya pada Yesus (Yohanes 14:2).Tapi bisa dimaklumi bahwa sebagian besar orang mungkin belum siap untuk itu, atau masih perlu waktu untuk bertumbuh imannya. Jika kita belum mampu untuk melakukan mujizat, bukan berarti bahwa kita tidak sanggup melakukan amanat agung, mewartakan kabar gembira, memberitakan Injil. Untuk memberitakan Injil kita tidak dituntut untuk mampu membuat KKR, mampu menghidupkan orang mati, mampu menyembuhkan orang sakit, mampu melakukan berbagai mujizat dan sebagainya,tapi cukup lewat memperkatakan Yesus, menjadi saksi, mengenalkan siapa Yesus kepada saudara-saudara kita. Apa yang kita alami ketika kita berjalan bersama Yesus, dan saat kita telah mengalami Tuhan bisa kita angkat dalam serangkaian kata sebagai kesaksian kita. Belajarlah dari Yohanes yang memperkatakan apa yang ia lihat, ia alami dan ia saksikan, sehingga kita pun bisa mulai dari sekarang untuk menjadi murid Yesus sesungguhnya.

Bukan hanya melakukan mujizat, tapi memperkatakan dan menjadi saksi Kristus pun merupakan cara untuk memberitakan Injil 

Sumber : Renungan Harian Online (www.airhidup.com)

   
Last Updated ( Dec 10, 2009 at 01:45 PM )







Sunday, September 05 2010


Statistics

Visitors: 310580

Visitors detail:
Today129
Yesterday153
This Week1111
This Month714


Top 5 Country Domain :
 com101189
 id15182
 ru8089
 de3808
 org2952


Top 5 Operating System :
Windows XP35510
Linux4403
Windows Longhorn3044
Windows 20032339
Mac OS X2128